MISS VKita tahu wanita memang memiliki kehindahan juga perlu untuk perawatan apalagi organ intimnya, Organ intim wanita (vagina) memiliki banyak kehebatan, salah satunya bisa berubah warna tergantung berbagai faktor. Alhasil, kaum hawa jangan kaget jika tiba-tiba melihat perubahan warna pada area intimnya.

Sedikit wanita yang dapat melakukan perawatan pada organ intimnya untuk tetap putih bersih dan sehat, mungkin saja memang untuk perawatannya memerlukan biaya yang terbilang mahal maka dari itu wanita perlu memahami jika Miss V berubah menjadi hitam atau warna lain adalah wajar-wajar saja dan tak perlu dikhawatirkan, kecuali jika disertai rasa sakit, tidak nyaman, atau bau busuk dan keluarnya sesuatu yang tidak biasa maka itu patut untuk anda waspada dengan segera memeriksakan pada dokter.

Warna kulit vagina bervariasi untuk setiap wanita. Warna yang umum dimiliki wanita seperti pink, merah, burgundy. Namun, sejumlah wanita khawatir apabila kulit Miss V-nya lebih gelap dan mengaitkannya dengan jorok atau infeksi.

Pada kebanyakan kasus, penggelapan kulit vagina normal dan dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Kebanyakan bukan hal yang memprihatinkan dan mudah diperbaiki. Warna vagina atau hiperpigmentasi tidak harus membuat wanita merasa tidak menarik.

Seperti dikutup MDHealth, Kamis (25/6/2015), kulit Miss V bisa berubah warna saat bergairah seksual, saat tubuh meningkatkan aliran darah ke alat kelamin. Dengan meningkatnya aliran darah maka terjadi pembengkakan pada jaringan vagina serta pelumasan, yang merupakan tanda fisik pertama dari gairah. Saat itu ada yang warna klitoris dan bibir bagian dalam vagina menjadi gelap.

Ketika tidak lagi terangsang atau setelah mencapai orgasme, warna kembali seperti biasa  karena aliran darah kembali normal.

“Perubahan warna ini selama gairah bisa berubah pink merah, dan merah untuk warna anggur, burgundy, atau ungu. Perubahan ini sangat normal,” tulis MDHealth.

Warna kulit vagina tidak hanya dapat bervariasi dari satu wanita dengan wanita lain, namun bisa berubah tergantung banyak faktor:

  • Penuaan
  • Keturunan
  • Kelebihan produksi melatonin
  • Ketidakseimbangan hormon
  • Memakai bedak ke daerah tersebut
  • Infeksi
  • Sering mencukur di daerah tersebut
  • Malnutrisi atau kekurangan vitamin tertentu
  • Kegemukan
  • Penggunaan krim tertentu, sabun, atau produk lain yang sejenis
  • Mengenakan pakaian ketat atau pakaian yang terbuat dari bahan sintetis

“Selama Anda tidak mengalami gatal, ketidaknyamanan, nyeri, discharge (keputihan), atau bau busuk maka Anda tak perlu khawatir. Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, apakah disertai hiperpigmentasi atau tidak, Anda segera temui dokter kandungan Anda karena gejala ini bisa menjadi tanda infeksi.” (Melly F)


Artikel Rekomendasi :
Seksualitas


Iklan